“Melawan Penjual “ oleh Arin Swandari
Panduan untuk menjadi
konsumen yang bijak dan selektif
Awalnya
aku membeli buku ini bulan Mei yang lalu di toko buku Gramedia. Saat itu Gramedia mengadakan bazar buku dalam event cuci gudang
selama 1 bulan . Akupun tidak mau melewatkan kesempatan itu dan akhirnya
memborong puluhan buku yang sangat kubutuhkan untuk menambah wawasan. Judul
buku “ Melawan Penjual “ membuatku tambah penasaran apalagi disertai dengan
resensi buku yang berisi poin penting sehingga aku semakin terdorong untuk
membelinya.
Buku
ini menyajikan Tips dan trik berbelanja bijak lewat sebuah cerita Penulis mengenai
pengalaman praktis manusia-manusia normal yang ditakdirkan menjadi pembeli dan mengajarkan
sesuatu pada pembacanya di saat yang sama. Tentu
saja sebagai pembeli, event promosi dan strategi pemasaran pernah menghampiri
setiap pembeli. Oleh karena itu, ada baiknya jika membeli produk atau jasa
sesuai dengan kebutuhan dan penuh pertimbangan yang matang daripada menyesal di
kemudian hari.
Salah
satu strategi pemasaran adalah event diskon, belanja berbonus dan undian
berhadiah. Para penjual atau pemasar tentu saja sudah mempelajari tentang
perilaku konsumen sebelum mereka siap untuk memasarkan produk dan jasa mereka. Hal yang Perlu diketahui adalah sebesar apapun promosi dan undian berhadiah yang dilakukan, Para penjual tetap mendapat keuntungan setelah berhasil menggaet pembeli dengan program yang mereka adakan.
Menurutku
hal yang perlu diwaspadai dari penjual agar terhindar dari jebakan dan sifat
konsumtif adalah Teliti sebelum membeli. Salah satu kegiatan transaksi yang
sering dilakukan oleh calon pembeli adalah menawar barang. hal itu sah-sah saja
asalkan jangan sampai mengabaikan kualitas barang demi mendapatkan harga yang
rendah dari barang yang ditawarkan oleh penjual. Pada kasus seperti ini, calon
pembeli harus berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Salah
satu hal lagi yang membuat pembeli terjebak dengan tawaran produk dan jasa
adalah Penawaran Kartu kredit dan Asuransi. Para Sales yang memiliki wajah dan penampilan menarik dibuat
untuk menarik perhatian calon pembeli untuk meningkatkan penjualan produk yang
mereka pasarkan. Salah satu cara untuk menghindari pembelian jika tidak
membutuhkan produk dan jasa yang ditawarkan adalah menolak dengan Sopan, Cerdas
dan Bijak.
Buku
ini juga mengulas secara akurat tentang
risiko besar yang terjadi bagi pengguna
kartu kredit. Seperti peribahasa yang mengatakan “ besar pasak daripada
tiang” berawal dari sifat konsumtif atau Shopaholic
dari pembeli yang akhirnya
menyeretnya terjebak dalam lingkaran setan.
Ketidaksanggupan pembeli dalam membayar tagihan kartu dengan pembayaran
minimum per bulan membuat bunga terus membengkak dan denda terus bertambah.
Asuransi
adalah salah satu layanan jasa keuangan yang ditawarkan kepada calon pembeli
sebagai proteksi terhadap masa depan. Nah, Ketika Seorang agen asuransi
menawarkan jasa produk asuransi , ada baiknya calon pembeli bertanya secara
detail tentang produk itu dan mengecek di internet apakah ada keluhan
nasabahnya. Satu lagi jika ada agen yang ngotot dan suka memotong pembicaraan
anda, lebih baik tinggalkan dia dan tolak dengan sopan dan halus.
Pada
prinsipnya, pembeli dan penjual saling menguntungkan karena saling memenuhi
kebutuhan. Namun jika salah satu diantaranya tidak memahami pola hubungan
tersebut, maka terjadilah perselisihan. jika pembeli dirugikan baik dari
ketidaksesuaian produk / jasa maupun pelayanan yang buruk seorang penjual, pembeli punya hak untuk komplain
lewat pengaduan pada atasan dan pada surat pembaca seperti www.kompas.com/suratpembaca dan ditulis dengan singkat, tegas dan sopan.
Nah,
sebagai pembeli buku tersebut, aku merasa senang karena mendapat wawasan
mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Transaksi, strategi pemasaran dan
panduan mengelola keuangan melalui panduan belajar pintar. Selain itu, peran
sebagai pembeli atau konsumen sangat penting apalagi jika dihadapkan dengan
berbagai macam pilihan. Penawaran dan event promosi yang diadakan produsen
membuat kita teliti sebelum membeli jangan sampai menjadi “Korban” penjual.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar