Surat Untuk masa Depanku...


Aku terdorong untuk menulis surat versiku setelah membaca Sebuah surat pengakuan seseorang tentang masa depan dimana sumbernya kulihat di http://www.hipwee.com/opini/surat-manis-untuk-kamu-masa-depanku . kata – katanya membuat hatiku tersentuh dan terharu. Isi surat yang ditulis terpancar ketulusan dan pengakuan mendalam dari seseorang yang setia menanti orang yang menjadi bagian dari masa depannya.

Berikut aku akhirnya menulis surat yang terinspirasi dari “Surat Manis untuk Masa Depanku” beserta Quote yang menginspirasiku.

 

Untuk KAMU  yang menjadi Bagian masa depanku….

Bagaimana keadaan mu “PRIA” ku? Saat ini aku sedang membayangkanmu bekerja mengisi kegiatan rutinitas di meja kerjamu untuk menggapai semua impianmu. Aku berharap agar kamu tak melupakan waktu beribadah dan mengucapkan Syukur atas anugerah yang telah TUHAN berikan. setiap aku memanjatkan Doa Kepada-Nya, tak lupa meminta agar selalu menyertaimu kapanpun dan dimanapun berada.

Jika saat ini kamu sedang mengalami kesulitan dalam hidupmu, aku bersedia membantu meskipun lewat doa yang ku ungkapkan pada TUHAN. Kesulitan hidupmu saat ini mungkin bisa mengajarkan hidup yang lebih baik lagi nanti saat kita bersama dalam satu rumah. Aku yakin itu adalah bagian dari ujian yang diberikan TUHAN untuk menjadikanmu sebagai Pria yang Bijaksana dan Berkarakter. Aku yakin jodohku orang yang akan menyempurnakan ku nanti.


Pada akhirnya aku tak sabar untuk segera kau temui. Entah kamu sahabat kecilku, teman sekolahku, ataupun orang yang tak sengaja kutemui. Aku berharap suatu saat kamu akan menemuiku. Aku dapat merasakan kamu sedang berjuang untuk membangun kehidupan kita agar aku berkecukupan hidup denganmu kelak. Apapun yang terjadi nanti terimakasih telah memilihku sebagai pendamping hidup dan mempercayai anakmu lahir dari Rahim ini. 

Ketika saat itu datang, aku percaya kamu lelaki yang akan bisa membuat ayah dan ibuku percaya kamu bisa menjagaku dan menggantikan mereka. Kemudian tiba saatnya aku akan berjanji pada ibumu akan selalu  setia mendampingimu. Meskipun aku memiliki kekurangan, aku berjanji tak akan membuat mu kecewa karena aku tau bahwa kamu pasti bisa memakluminya dan membimbingku. Sama seperti ketika kamu berjanji akan menjaga dan mendampingiku. 

Aku tak menuntunmu menjadi lelaki kaya yang hanya mengejar materi. Biarkan kemewahan dan kekayaan itu kita mencarinya bersama. Agar kita juga mengajarkan kepada anak kita nanti jika butuh perjuangan untuk meraih apa yang kita inginkan di kehidupan ini. Apapun pekerjaanmu kelak, entah seorang polisi, dokter ataupun pengusaha. Aku berjanji akan menemani di saat mengalami masa sulit ini dan belajar bersama tanpa bantuan dari satu orangpun.

Setelah kita melewati masa-masa sulit itu, kita akan jarang bertemu kecuali pada malam hari. Kesibukan kita menjadikan malam adalah waktu berharga. Rutinitas harian kita akan seperti bangun pagi, sarapan, pergi kerja, pulang sore, makan malam, lalu berbicara sedikit tanpa banyak topik, berpandangan- tersenyum, melakukannya hingga pagi lagi. Mungkin pengorbanan itu kita lakukan demi mencari rezeki kita sebagai bekal di masa depan.


Beberapa tahun kemudian, ketika TUHAN memberi anugerah atas kehadiran Malaikat Kecil untuk kita, Kamu akan semakin bersemangat dalam memenuhi kebutuhan hidup demi kelahiran anak kita nanti. Terimakasih telah memilihku untuk mempercayai anakmu yang kulahirkan, kurawat dan ku bimbing. Jangan khawatir aku akan melakukannya meski harus menukar dengan nyawaku nanti.

Ketika tiba waktu nya moment itu datang, berjanjilah untuk selalu menemaniku. Aku takut kehidupan tak selamanya baik. Hingga akhir tua kita datang ceritakan pada mereka awal kita bertemu dan tentang perjuangan hidup. Aku bahagia bersamamu melihat anak kita tumbuh dewasa, menemani mereka menggapai impian, menikah sampai kita mempunyai cucu.  Disaat itu juga aku akan mengucapkan terimakasih telah menepati janji pada kedua orang tuaku.


Tak sabar rasanya akan melewati masa indah itu bersamamu. Semoga kamu menggapai impianmu dengan baik  dan jangan lupa beribadah karena aku mau jodohku seorang imam yang baik dimata agama dan Tuhan kita. Aku  akan setia menunggumu sampai tiba saatnya TUHAN mempertemukan kita.


From Someone Who love You

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mengenang 1 tahun

 Crisis in my life ( 16 Februari 2019-16 Februari 2020)