Hikmah perjalanan cinta unik 15 perempuan dan 5 lelaki
Aku menyukai buku
dengan isi yang berbeda terutama buku berdasarkan kisah nyata. Kali ini
pilihanku jatuh pada buku “ 20 unusual love stories” . buku itu terdiri dari
kumpulan cerita tentang perjalanan cinta manusia dalam menemukan dan menentukan
pasangan hidupnya. Pilihan berdasarkan keputusan yang matang kelak akan menjadi
bagian dari awal perjalanan menuju masa depan bersama dengan pasangan hidupnya.
Jujur saja, aku sendiri
pernah mengalami masa-masa sulit seperti yang mereka alami. Kesenjangan antara
harapan dan realita membuatku merasa kecewa dan pesimis . hal itu menyebabkan
timbul keraguan pada harapan dan ketidakpastian masa depan terutam dalam
menemukan pasangan yang ideal. Tapi sekarang aku percaya bahwa ada hikmah
dibalik kejadian yang terjadi padaku hanya tinggal menunggu waktunya dan
berserah kepada TUHAN.
Kapan menikah? Dan
kenapa terus melajang? Dua pertanyaan itu akan selalu dilontarkan kepada mereka
yang belum menemukan pasangan hidup. Ketika kita berbicara mengenai pasangan
hidup, hal itu tidak bisa lepas dari studi mengenai perkembangan manusia. Itu
dikarenakan proses pencarian dan penemuan pasangan hidup terjadi dalam masa
perkembangan seseorang. Tak heran mengapa sebagian orang harus menempuh jalan
berliku untuk menemukan pendamping hidupnya.
Mengapa ada orang yang
sulit sekali menemukan pendamping hidup, tapi ada juga yang lancar-lancar saja
menemukan tambatan hatinya? Salah satu alasannya adalah karena beban tanggung
jawab rumah tangga dan peran gender yang berimbang membuat lelaki dan perempuan
semakin selektif dalam menemukan pendamping hidup. Jadi, tidak heran kenapa di
zaman modern ini semakin banyak orang yang kesulitan menemukan pasangan yang
sesuai keinginannya.
Orang sering
berpendapat mereka yang menikah kehidupannya jauh lebih bahagia. Namun, jika
direnungkan lebih jauh, tak seorangpun bisa menjamin kebahagiaan seorang
individu itu. Sayangnya tidak sedikit orang yang memutuskan untuk menikah
karena alasan ingin memperoleh keturunan, tuntutan keluarga, pertimbangan usia,
mencari prestise, untuk menumpang hidup, memenuhi kebutuhan biologis, dan mampu
memuaskan kebutuhan lahir batin.
Alasan terakhir inilah
yang banyak didambakan semua orang. Memiliki pendamping hidup ideal berarti
memiliki seseorang dengan kualitas “7 M” yaitu mempunyai komitmen untuk saling menyayangi, saling memahami, saling melengkapi,
saling memotivasi, saling melindungi, saling memberi, dan saling menghargai,
baik lahir maupun batin, baik dalam keadaan suka maupun duka hingga ajal
menjemput dan memisahkannya.
Namun bisa saja kita
menikahi seseorang yang sebenarnya bukan tambatan hati, tapi orang tersebut
memiliki kualitas pendamping hidup “7M”. Menurut buku karangan John gray “ Mars
And Venus On A Date”, menekankan bahwa rasa cinta saja tidak cukup untuk
membina suatu hubungan yang bahagia. Proses memilih calon pasangan dimulai dari
5 tahap yaitu Tahap Berpacaran, Tahap mencari Chemistry, Tahap Eksklusif, Tahap Keintiman dan Tahap pertunangan.
Tahap eksklusif dan
keintiman adalah dua proses yang menentukan pilihan seseorang untuk mengambil
keputusan untuk melepaskan masa lajang. Tahap eksklusif adalah sikap saling
memberikan sisi-sisi terbaik dari pribadi masing-masing. lalu memasuki tahap
keintiman untuk mengamati reaksi secara fisik, emosional, mental dan spiritual
dalam menyikapi berbagai keadaan. Lalu kemudian masuk ke tahap pertunangan
untuk mempersiapkan pernikahan yang diinginkan.
Disamping kualitas “7M”
yang harus dimilliki seseorang pendamping hidup, ada 7 faktor perbedaan “7P”
penyebab berlikunya sebuah proses pencarian pendamping hidup. ”7P” yang
dimaksud adalah Perbedaan Keyakinan,
Perbedaan Intelektualitas, Perbedaan Penghasilan, Perbedaan Status Sosial,
Perbedaan Karakter, Perbedaan Gaya Hidup, dan Perbedaan Prinsip Hidup. Hal
itu disebabkan karena setiap orang memiliki tujuan hidup yang berbeda.
Ketujuh perbedaan
inilah yang akhirnya menimbulkan penuh liku dalam pencarian pendamping hidup.
Namun ujung dari semua pencarian yang penuh liku itu adalah kita tetap harus
mengarahkan seluruh jiwa dan raga secara vertikal, yaitu selalu berserah dan
meminta petunjuk kepada TUHAN agar dapat membimbing dan memberi jalan kepada
kita dalam melewati proses itu. Bukankah TUHAN akan mengubah nasib seseorang
selama dia mau berusaha ?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar